Amarahku meledak
Kuberusaha memadamkannya
Mencoba mengingat semua kebaikanmu
Tapi kau lempar bensin
Mencaciku kembali
Memutar lidahmu membuat seakan dirimulah yang terbaik
Mengagungkan kesombonganmu
Mengagungkan masa lalumu
Mengagungkan kepalsuanmu
Muak aku menyelamatkan kisah ini lagi
Biarkan kapal ini kandas sebelum berlayar
Itu lebih baik sebelum kau tenggelamkan aku di tengah samudra
Aku tidak membencimu
Tapi kelakuanmu itu tetap jadi guratan tajam di kisahku
Waktu, ya mungkin hanya waktu yang jadi sahabat ku saat ini, membantuku menghapus lara dan kecewaku padamu