Kulihat cermin lalu berpaling
Menatap sepiring penuh harapan dalam gambar
Mencoba menerka apa yang akan terjadi esok
Bagaimana bisa dia menjelma menjadi masa depan yang dinanti
Sesendok cemas, sesuap asa, semangkok kecupan.
Biasanya dia hanya bergurau, namun tidak hari ini.
Dia serius untuk membawaku
Membawaku ke dunianya.
Siapa yang sangka bahwa ini masa depanku saat ini.
Buah dari pemikiranku dulu
Kini cermin tak lagi menyapaku
Dan kutak butuh dia
Senyap dalam sunyi