Sembab Wajah Langit

Di sini, sang bulan berselimutkan awan sambil menangis
Berteriak gelegar
Dan baru saja dia berhenti
Ditenangkan sang angin
Tersisa sembab di wajah langit

*puisi belum usai, mungkin ada yang ingin memberi inspirasi untuk melanjutkan puisi ini


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.