Hembusan Kisah Ayahku

Masih ingat di benakku saat pertama kali ku belajar berjalan,
di atas kakinya, kakiku ditaruhnya.
Selangkah demi selangkah.

Semua orang mengatakan kemiripanku dengannya,
yah kuakui keinginan untuk mengenal orang baru,
suka berkelana,
punya sikap peduli terhadap negeri dan pemerintah,
kudapat darinya.

Menggandeng namanya di belakang namaku
Menggandeng petuahnya dalam nilai hidupku.

Tapi kisah ini belum berakhir,
walau hembus nafasnya telah usai.

Kulanjutkan bagi anak-anakku kelak,
Bukan sekedar kisah, tapi cerita berantai
yang tak boleh putus di tengah generasi
Terus menyambung
Menyambung nama baik antar abad.

*Terinspirasi dari ayahku yang tiada 8 Mei 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.